Akibat Salah Dalam Pengisian KRS Online


KRS (Kartu Rencana Studi) merupakan rencana untuk mengambil mata kuliah dalam satu semester kedepan. KRS juga menjadi bukti seorang mahasiswa dapat dikatakan aktif kuliah pada semester yang berjalan. Maka tanpa KRS, mahasiswa tidak dapat mendapatkan hak-hak perkuliahan meliputi nilai, bimbingan akademik, absen, dll.

Selain penting dalam proses perkuliahan, KRS juga tidak boleh salah dalam pengisiannya meliputi matakuliah, kelas dan SKSnya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa konsekuensi terkait kesalahan dalam melakukan KRS Online:

  1. Nama muncul di kelas yang salah. Hal ini terjadi akibat mahasiswa salah dalam menginput KRS sesuai kelasnya. Contoh: Ahmad, mahasiswa kelas PGMI 3A, ingin mengambil matakuliah Psikologi. Saat KRS dia memasukkan matakuliah Psikologi namun kelasnya PGMI 3B. Maka dia melakukan kesalahan dalam menentukan kelas dan akibatnya nama dia tidak akan muncul di kelas yang benar yaitu PGMI 1A.
  2. Jumlah mahasiswa dalam satu kelas tidak sama antara matakuliah satu dengan yang lain. Contoh: Ahmad seorang mahasiswa kelas PGMI 3A yang mahasiswa sekelasnya berjumlah 35 orang. Saat KRS Ahmad dan 34 temannya mengambil 9 matakuliah sesuai distribusi matakuliah akademik. Namun Ahmad melakukan kesalahan dalam memilih kelas di satu matakuliah. Maka akibatnya, absen di 8 matakuliah jumlah mahasiswa akan genap 35 orang, tetapi di satu matakuliah akan menjadi 34, kurang 1 orang (Ahmad). Kemungkinan besar nama Ahmad muncul di absen kelas yang lain.
  3. Membuat rancu data mahasiswa tiap kelas bagi dosen pengampu. Ia akan kebingungan saat hendak memasukkan nilai ujian karena data mahasiswa di kelas tidak sinkron dengan data lembar soal yang ditulis mahasiswa. Di sistem dosen memiliki data 34 orang (sesuai KRS), tetapi di lembar jawaban mahasiswa terdapat 35 atau bahkan lebih. Karena mahasiswa menulis sesuai kelas yang dimasuki, padahal saat KRS dia salah dalam menentukan kelas.
  4. Rentan salah saat hendak diberi nilai KHS. Ini akibat paling serius dari poin 3 di atas. Ketika dosen atau petugas akademik menemukan data yang tidak sinkron yang disebabkan kesalahan KRS mahasiswa, akan rentan sekali nilai mahasiswa yang salah KRS tsb tidak terinput di sistem. Akibatnya KHS mahasiswa tidak lengkap nilainya.
Dengan demikian, tiap mahasiswa harus perhatian saat melakukan KRS online dalam hal: berapa matakuliah yang akan diambil, berapa sks yang diperbolehkan, kelas apa yang akan dimasuki, dan yang paling penting adalah konsultasi dengan dosen pembimbing akademik (PA).